Bacaan Wirid dan Dzikir setelah Sholat Fardhu/Sunah Lengkap
Daftar Isi
Dalam lafadz dzikir dan wirid setelah sholat, baik itu sholat wajib maupun shalat sunnah, bacaannya bermacam-macam. Seperti membaca Istighfar, membaca surat Al-Fatihah, Membaca Ayat Kursi, membaca takbir, tahlil dan masih banyak lagi.
Untuk lebih jelasnya, silakan langsung saja simak dan pelajari wirid dan dzikir sesudah sholat dalam bahasa arab, tulisan latin dan artinya berikut ini :
![]() |
| Ilustrasi : Wirid dan Dzikir setelah/sesudah Shalat |
(3x) أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
ASTAGHFIRULLOHAL_'ADZHIIM(A) AL-LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL KHAYYUL QOYYUUMU WA ATUUBU ILAIH(I). (Dibaca 3x) لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
LA_ ILAHA ILLALLOHU WA'HDAHULA_ SYARIIKALAH(U), LAHULMULKU WALAHUL'HAMDU YU'HYII WAYUMIITU WAHUWA 'ALA_KULLI SYAI'IN(g)QODIIR(u). (Dibaca 3x) اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمُ وَأَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
ALLOHUMMA AN(g)TASSALA_MU WA MIN(g)KASSALA_MU WA ILAIKA YA'UWDUSSALA_M(u), FAKHAYYINA_ ROBBANA_ BI_SSALA_MU WA ADKHILNALJANNATA DA_ROSSALA_MI TABA_ROKTA ROBBANA_ WA TA'A_LAITA YA_DZA_LJALA_LI WAL IKRO_M(i) أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
A'UUDZU BI_LLAHIMINASY-SYAITHO_NIRROJIIM(i) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
BISMILLAHIRRO'HMANIRRO'HIIM(i) الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ اْلمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ اْلمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَآلِّيْنَ. آمِيْنَ
AL'HAMDULILLAHIROBBIL'AaLAMIiN(i) - ARRO'HMANIRRO'HIM(i) - MALIKI YAWMIDDIiN(i) - IYYAKA NA'BUDU WA IYYAKA NASTA'IiN(u) - IHDINASH-SHIRO_THOLMUSTAQIiM(a) - SHIRO_THOLLADZIiNA AN'AMTA 'ALAIHIM GHOIRILMAGH-DHUuBI 'ALAIHIM WALA_DHO_LLIiN(a) - AaMIiN(a). وَإِلهُكُمْ إِلهٌ وَاحِدٌ لآ إِلهَ إِلَّا هُوَالرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ. اَللهُ لآاِلهَ اِلاَّ هُوَاْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ ج لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ ط لَهُ مَافِى السَّموَاتِ وَمَافِى اْلاَرْضِ قلى مَنْ ذَالَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه اِلاَّبِاِذْنِه ط يَعْلَمُ مَابَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ ج وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِه اِلاَّبِمَاشَآءَ ج وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَاْلاَرْضَ ج وَلاَيَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَالْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
WA ILAAHUKUM ILAAHUW WAA HIDU LAA ILAAHA ILLAA HUWAR ROHMAANUR ROHIIMU. ALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYULQOYYUuM(u). LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI. MAN DZAL LADZII YASFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDZNIHI. YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN ‘ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI’A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDHA. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL AZHIIM إِلَهَنَا رَبَّنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا سُبْحَانَ اللهِ
سُبْحَانَ اللهِ
ILAHANA_ ROBBANA_ AN(g)TAMAULA_NA_ SUB'HANALLOH(i)سُبْحَانَ اللهِ
SUB'HANALLOH (Dibaca 33x)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًا أَبَدًا اَلْحَمْدُ ِللهِ
اَلْحَمْدُ ِللهِ
SUB'HA_NALLOHI WABI'HAMDIHI DA 'IMAN ABADAN AL'HAMDULILLAH(i)اَلْحَمْدُ ِللهِ
AL'HAMDULILLAH (Dibaca 33x)
اْلحَمْدُ ِللهِ عَلىَ كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَبِنِعْمَةِ يَا كَرِيْمُ
اللهُ أَكْبَرُ
AL'HAMDULILLAHI 'ALA KULLI'HA_LINN WAFIiKULLI'HALIN WABINI'MATI YA_KARIiM(u)اللهُ أَكْبَرُ
ALLOHU AKBAR (Dibaca 33x)
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ
ALLOHU AKBAR(u) KABIiRON WAL'HAMDULILLAHI KATSIiRON WASUB'HA_NALLOHI BUKROTAN WA ASHIiLAN, LA_ILAHA ILLALLOHU WA'HDAHULA_SYARIiKALAH(u), LAHULMULKU WALAHUL'HAMDU YU'HYIi WAYUMIiTU WAHUWA 'ALA_KULLI SYAi IN(g)QODIiR(u). WALA_'HAWLA WALA_QUWWATA ILLA_BI_LLAHIL 'ALIYYIL'ADZHIiM(i). أَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ (ثلاث مرات)، إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ
ASTAGHFIRULLOHAL_'ADZHIIM(A) (Dibaca 3x), INNALLOHA GHOFUURURO'HIIM(u)أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ
AFDHOLUDZ-DZIKRI FA_'LAM ANNAHU... لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
LA ILAHA ILLALLOH(u) (Dibaca 33x) لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَلِمَةُ حَقٍّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَبِهَا نُبْعَثُ إِنْ شَآءَ اللهُ مِنَ اْلآمِنِيْنَ
LA ILAHA ILLALLOHU MU'HAMMADUROSUULULLOHI SOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM(a), KALIMATU'HAQQIN 'ALAIHA_ NA'HYA_ WA 'ALAIHA_ NAMUUTU WA BIHA_ NUB'A-TSU IN(g)SYA_ 'ALLOHU MINAL AMINIIN(a).Note:
Bagi teman-teman yang lebih suka menghafal bacaan wirid dan dzikir setelah sholat diatas dengan cara mendengarkan (audio/video, silakan teman-teman bisa saksikan dan dengarkan videonya berikut ini
Kemudian dilanjutkan dengan bacaan doa setelah sholat.
Perlu diketahui, setiap daerah mungkin berbeda-beda untuk bacaan wirid dan dzikirnya ketika selesai sholat. Bacaan diatas merupakan dzikir dan wirid yang singkat dan biasa kami baca (sesuai di daerah tempat kami tinggal).

* Silakan beri komentar sesuai isi artikel yang tertulis di halaman ini.
* Gunakan bahasa yang baik dan yang sopan
* Komentar yang menyertakan link dan/atau nomor telpon tidak akan kami publikasikan (Dihapus).
أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ
AFDHOLUDZ-DZAKRI FA_'LAM ANNAHU... -
Harusnya AFDHOLUDZ-DZIKRI FA_'LAM ANNAHU...
Coba perhatikan huruf DZ... harokatnya memang FATHA (di atas)... namun jika diperhatikan benar harokat FATHA terletak dibawah tasydid (karena pengaruh penulisan di komputer)... bukan di atas tasydid. Sehingga itu seharusnya harokat KASROH jadi dibaca DZI bukan DZA...
Jadi menghafal sambil mendengarkan biar cepat hafal ^_^
Kalau ada tolong dikirim ke email saya
ehncixs@gmail.com
Terima kasih
Terimakasih banyak
Wa ilaahukum ilaahuw waahidun laa ilaaha ilaa huwar-rahmaanur- rahiim.
atau
Wa ilaahukum ilaahuw waahidun laa ilaaha ilaa huwalhayyulqoyum
terima kasih
juga.. tulisan jangan di UPPERCASE karna akan mempengaruhi kemudahan membaca..
atau kalo mau diuppercase jarak 'letter spacing'nya diperhatikan..
Thanks..
Kalo gak salah ada yang kurang ya min,?
Yang bacaan
YA LATIFU YA KAFI YA HAFIZUYASYAFI...
Maaf Tukisan nya gak bener... :D
Yang itu kapan di baca nya min?
ALLADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL KHAYYUL QOYYUWMU WA ATUWBU ILAIH(I)
yg sy garis bawahi adlh pd lafad QOYYUWMU sm TUWBU ILAIH(I), harusnya QOYYUUMU dan TUUBU ILAIH di panjang sesuai kaidah arabnya, قَيُّوْمُ dan تُوْبُ...
ada lagi pada lafadz YAUWDU→dibaca panjang YA'UUDU krn arabnya يَعُوْدُ..
slm ilmu tajwid huruf alif (ا), waw (و), ya (ي) adlh huruf Mad(yg hrs dibaca panjang)
والله اعلم
Mohon maaf akhi, kenapa kok nggak ada satupun yang disertai riwayat (dalil) ya?
Barakallahu fiik
Semoga mendapatkan berkah dan pahala atas ilmu yang bermanfaat ini, terima kasih :)
download mp3 terbaru
semoga barokah dan pahalanya terus mengalir...aamiin
izin copas yah pak.
اللهُ أَكْبَرُ
AL'HAMDULILLAHI 'ALA KULLI'HA_LINN WAFIiKULLI'HALIN WABINI'MATI YA_KARIiM(u)
ALLOHU AKBAR (Dibaca 33x)
ALA KULLA'HA_LINN
kayaknya ada yang salah pengetikan latinnya atau saya yang salah ?
maaf saya sedang belajar =)
#amin
Sangat bermanfaat sekali Mas
Kalau diperkenankan, mohon ijinnya utk saya amalkan setiap shalat
Wassalam dan Terimakasih
Mau tanya, kalau untuk artinya apakah ada?
Terimakasih
Wassalamualaikum
dzikir plek sma yg d baca d daerah ku . Menang, Pagu, Kediri
Terimakasih telah berbagi ilmu..
Saudaraku seiman alangkah lebih baik tolong sertakan riwayat hadits dzikir diatas agar bisa mengamalkan dengan tenang karena datangnya dari rasulullah. Jika tidak ada dasar haditsnya lebih baik kita mengamalkan yang ada landasan hadits rasulullah saw. Wallahua'lam
tanyakan pada ustadz/kiai/ulama daerah ente smua masing2.
hadist sahih dan riwayat yg menjelaskan/menerangkan pasti ada. tapi, kalo utk mencantumkannya pasti akan terlalu banyak.
kita diajarkan dr ulama kita dr kecil. selama itu baik dan tidak bertentangan dg aturan agama, jalankan saja.
seperti kata buya yahya (liat di yutube), kalo ada yg menanyakan "mana hadist nya" silakan datang kepada beliau, biar dijelaskan tentang hadist nya.
yang selalu menanyakan mana hadist itu belom tentu jg dy seorang penghapal hadist.
kalo saya pribadi, soal pertanyaan "tentang hadist", tanyakan saja kepada ustadz/kiai daerah ente masing2 (yang saya rasa blm tentu juga mereka hapal/tau).
ato simak saja video jawaban buya yahya di yutube.
tentang pertanyaan yg spt itu..
biar kalian tidak bertanya tanya dlm hati dan pikiran..
:p
Terima kasih atas informasinya...
Semoga bermanfaat buat kita semua...
numpang nanya,, takutnya salah .. berdzikir dg melihat teks krna blm sempurna hafalannya, boleh apa ga ? tp d'balik smua ith trdpt keinginan yg sangat besar .
mohon masukkannya min ..
terimakasih :)
Maaf saya mau tanya tentang sumber bacaan dzikir/doa stlh shalat fardhu ini apa dari hadits Nabi ? Jika betul dr hadits siapa periwayat haditsnya dan bagaimana derajat haditsnya ?
Sebagian bacaan mmg ada yg bersumber dari hadits shahih spt subhanallah 33x, alhamdulillah 33x dan allahu akbar 33x tetapi yg lainnya kok saya ga ketemu sumbernya yaa ?
Mohon penjelasannya wahai admin.
Terima kasih.
Penulisan latin dibolehkan, itu membantu sodara-sodara kita untuk belajar mengucapkan tulisan/bahasa arab. Tetapi di anjurkan bisa juga belajar bahasa arab melalui IQRA untu mempermudah. Saling mengingatkan jika ada koreksi tulisan yang salah karena salah penulisan bisa beda maknanya tetapi jangan menghakimi ya, berlomba-lomba dalam kebaikan :)
Wassalam
Tolong pemilik blog atau site menyertakan hadistnya...
Karena ini masalah ibadah di mana kita berhubungan langsung dengan Sang Maha Pencipta...
Karena semua itu harus ada dasarnya, Islam itu agama yang terang dan semuanya akan dipertanggungjawabkan dihadapan ALLAH,...
Semoga membantu, maaf dan terima kasih...
stelah itu langsung saja dilanjutkan dgn doa setelah shalat.
Yaitu: Kalimatul Haqq 'alayha nahya.... Dst.
Mksh admin..
Skedar masukkan, kita semua berbeda madzhab. Jd tlg jgn mempermasalahkan Hadist shoheh nya mana? Krn menurut Guru sy (NU). Hal yg dianggap (Orang" beriman) baik maka baik jg terhadap Allah. Nah, itu tercantum di Kitab kuning tp sy lupa nm Kitab nya apa 😀
Utk itu, marilah jaga madzhab" pegangan kita masing". Jgn saling memojokkan..
Wallahu a'lam..
izin bertanya, dan berharap dpt jawaban'y...
ketika baca Laila Ha illalloh.. setiap bacaaan pertama sampe ketiga ada terusan'y misal (laila ha illalloh . . . . .ma'bud..)gtuh..
diatas kan blom ada, saya ingin tau..sering denger tp gk tau lafadz'y.., nyari2 gk ktemu2, butuh bantuan, thanks
Agak aneh jika ada orang yang mengatakan bid'ah membaca surat yasin, tahlil atau shalawat.......larangannya tidak ada namun perintahnya amat banyak. Shalawat itu diperintahkan didalam surat Al Ahzab 56:
56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya
Rasulullah jiga mengatakan sebaik baik kalimat dzikir adalah laa ilaha ilallah.......sungguh aneh kalau ada orang yang mengatakan membaca tahlil itu bid'ah
Dalam surat al Muzzamil ayat 20 dikatakan bacalah apa yang mudah dari al qur'an...sunggu aneh kalau ada orang yang membaca surat yasin setiap minggu dibilang bid'ah.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al Maidah 35)
Dalam surat Al Maidah ayat 35 diatas Allah memerintahkan kepada orang yang beriman agar bertakwa pada-Nya dan mencari jalan untuk mendekatkan diri pada-Nya. Menjadi kekasih Allah dan mendapat tempat yang mulia dan terhormat disisi-Nya adalah cita cita setiap orang yang ber-Iman. Betapa tidak… setiap orang didunia ini selalu berlomba lomba untuk merebut simpati dan tempat terhormat disisi pemimpin tertingginya masing masing, apakah itu bapak Direktur, Manager, Kepala divisi, Gubernur, Menteri, Presiden dan lain sebagainya. Mereka berlomba-lomba merebut simpati dan kedudukan dekat pimpinannya masing masing dengan harapan akan mendapat berbagai fasilitas dan kehormatan dari pimpinannya tersebut. Jika kebanyakan manusia berebut dan berlomba-lomba untuk mendapatkan simpati dan tempat yang mulia disisi pemimpinnya masing masing, maka orang yang ber-Iman berlomba-lomba untuk merebut simpati dan tempat yang mulia disisi Allah penguasa tertinggi dialam semesta ini. Allah telah menetapkan prosedur dan cara tertentu untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Kegiatan sholat, dzikir, mengerjakan amal sholeh, menjauhi larangan-Nya, mencegah diri dan orang lain dari perbuatan maksiat adalah cara yang diridhoi Allah untuk mendapat posisi terhormat disisi-Nya. Orang yang telah mendapat pengakuan dari Allah dan mendapat tempat terhormat disisi-Nya akan mendapat fasilitas dan berbagai kemudahan dari Allah dalam segala hal.
Semoga bermanfaat
Salam kenal, setelah saya liat komentar dari temen2 banyak sekali kritikan yang sifatnya membangun mudah2an kita semua tambah ilmu wa bil khusus Admin, cuma yang belum terlaksana adalah mengenai hadits, mohon untuk temen2 yang agamanya lebih dari admin coba silahkan beri masukan tambahan untuk hadits2nya.
Terima kasih, wassalam.
Ada juga imam yang baca laa ilaaha ilallah hayyun ma'bud
Laa ilaaha ilallaah hayyun maujuud
Laa ilaaha ilallah hayyun ba'dhi
Silahkan anda pilih yang anda anggap paling gampang ...semoga bermanfaat
Terima kasih atas Ilmu'a semoga Allah SWT menambah ilmu utk admin..
[1]
أَسْتَغْفِرُ اللهَ (3x) اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ.
Astaghfirullah (3x). Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.
“Aku minta ampun kepada Allah,” (3x). Lantas membaca: “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.” [HR. Muslim 1/414].
[2]
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.
“Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.” [HR. Al-Bukhari 1/255 dan Muslim 1/414].
[3]
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.
“Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir membencinya.”[HR. Muslim 1/415].
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللهُ أَكْبَرُ (33 ×) لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.
Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x). Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan. BagiNya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”[HR. Muslim 1/418, “Siapa yang mengucapkan seusai shalat, Aku (Allah) akan ampuni kesalahan-kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan”].
[5]
Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat (fardhu).[Abu Dawud 2/68, lihat Shahih Tirmidzi 2/8, ketiga surat tersebut disebut juga “Al-Mu’awwizaat”, lihat Fathul baari: 9/62].
[6]
Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat (fardhu).[“Siapa yang membacanya sehabis shalat tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian”, Nasa’i dalam Amalul Yaumi Walailah, no: 100, Ibnu Sunny, no. 121, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Jami’: 5/339, dan Silsilah Hadist Shahih: 2/697, no.972].
[7]
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. 10× بعد صلاة المغرب والصبح
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir .
“Tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan, bagi-Nya segala puja. Dia-lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10 x setiap sesudah shalat Maghrib dan Subuh)[HR. Tirmidzi: 5/515, Ahmad: 4/227, lihat takhrijnya dalam Zadul Ma’aad: 1/300 ].
[8]
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً.
Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala.
“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.” (Dibaca setelah salam shalat Shubuh).[Ibnu Majah dan lainnya. Lihat Shahih Ibnu Majah: 1/152, dan Majmauzzawa’id: 10/111].
Ini bagaimana?
Kalian2 yg komen di atas yg sukanya mengkritik dzikir lebih baik gak usah tanya hadis2 nya atau apalah2...
Ikuti aja kata hati kalian.. Kalo mau mengamalkan ya monggo... Kalo keberatan mending jangan di pakai dr pd suka kritik2 yg gak jelas.
Sebagai warga ahlussunah kita ajarkan dari kecil untuk berdzikir yg intinya memohon ampunan ke allah swt. Bagi kalian yg bukan warga ahlusunnah jgn membikin perpecahan pake mana hadis mana sanad... Dosa kita bawa2 sendiri kok kalian yg bukan warga ahlusunnah kebingungan tanya hadis... Tanya tu ke imam kalian.... Trims